Ketika kita selalu lupa full thinking without thanking, selalu
ada yang kurang dan munculnya perasaan tidak puas terhadap apa yang
dipikirkan. Ibnu Sina pernah mengatakan, “bukankan jika kita menyadari
sepenuhnya dan bersyukur, kita akan jangkau semua yang kita pikirkan,
yang kita inginkan”.
Banyak hal dari diri saya, hal-hal dimana saya selalu banyak dan
semakin banyak berpikir tanpa mensyukuri terlebih dahulu apa yang
didatangkan dan dilimpahkan kepada saya. Sebagian besar adalah ketika
saya sakit, dalam kesulitan, masalah, and etc, saya selalu lupa
untuk bersyukur dan berterima kasih dengan-Nya. Terlepas dari itu, yang
selalu muncul hanya pertanyaan-pertanyaan ini kenapa terjadi, bagaimana
bisa, bagaimana menyelesaikannya, jalan keluarnya apa, dan saya harus
bagaimana.
Paradigma Thingking dan Thanking pada dasarnya adalah
kausal yang seimbang seperti halnya kita berpikir sembari bertindak.
Mengapa? Pertama, ketika kita mulai berpikir mengenai sesuatu, secara
langsung maupun tidak langsung status apa yang sedang kita pikirkan
adalah penting. Bagaimana tidak, untuk sesuatu yang kita pikirkan kita
akan berusaha melakukan, mengingat, memikirkan cara untuk sesuatu
tersebut. Kedua, tentang apa yang kita pikirkan pasti akan berkaitan
antara satu hal dengan hal lainnya baik benda, orang, ataupun sesuatu
yang bersifat maya ataupun imajinasi. Ketiga, untuk kedua kausal di atas
selalu dan pasti ada sesuatu di dalamnya perihal pertama Tuhan dan
kedua orang lain. Inilah yang saya maksud seimbang, akan tetapi sebagian
besar orang tidak menyadari pentingnya kedudukan Tuhan dan orang lain
dalam hal thanking ini.
Bukankah jika disadari terlebih dahulu baru berpikir akan lebih baik?
Bukankah bersyukur terlebih dahulu akan mendapat lebih banyak lagi?
Bukankah berterima kasih terlebih dahulu akan lebih mudah?
Ya, muliakan terlebih dahulu baru kemudian berpikir feedbacknya
Bukankah bersyukur terlebih dahulu akan mendapat lebih banyak lagi?
Bukankah berterima kasih terlebih dahulu akan lebih mudah?
Ya, muliakan terlebih dahulu baru kemudian berpikir feedbacknya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar