Pages

Plurk

Facebook Badge

Selasa, 09 April 2013

Dalam Pilu yang Miris

Saat aku benar - benar yakin ketika aku mencintaimu,
aku tak ingin melepaskanmu, bahkan memperjuangkanmu.
Aku membanggakanmu di tengah orang mencibir perjuanganku.

Namun ketika aku tau aku salah ketika memperjuangkanmu,
aku rela melepasmu, rela yang belum ikhlas.
Ini bukan salahmu, ini salahku karena percaya terhadap setiap kata yang kau ucap.

Ini salahku karena terlalu serius mempermainkan permainan yang kau buat.
Ini salahku karena tenggelam terlalu dalam ke dalam riak yang kau buat.
Ini salahku karena terlalu jujur terhadap perasaanku, yaitu mencintaimu.

Aku rela..
Dan mau tidak mau harus rela, karena kau bukan milik ku dan tidak akan pernah.
Kau juga bukan kiri ku, karena kanan hanya ada satu kiri, yaitu dia. Bukan aku!
Kau juga bukan untukku..
Tidak akan pernah!

“Ketika hal yang aku perjuangkan itu salah, aku pun menyesali diri sendiri”

Senin, 08 April 2013

Tuhan Saja Memaafkan, Kenapa Kau Tidak?

Ya aku tau, Tuhan Maha segalanya, tapi aku bukan Tuhan.
Aku memaafkan, tapi aku masih belum mampu melupakan.
Satu yang selalu aku pikirkan, “apakah akan terulang lagi?”
Ya, aku percaya padamu, sangat percaya untuk saat ini.
Tapi ada perasaan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata padamu.


Aku sering kali bermimpi tentang suatu hal,
dan perlahan mimpi itu dinampakkan Tuhan padaku.
Aku tidak takut, aku hanya khawatir bagaimana reaksiku nanti.
Aku khawatir tak mampu berpikir jernih.
Aku khawatir menjadi kejam pada mereka yang sekaum.


Ku bukan orang orang suci,
Untuk Tuhanku aku akan belajar,
Sungguh aku ingin seperti Aisyah,
Sungguh ketika hatiku terluka ketika mengingatnya,
Aku tak ingin bibirku berkata,
Sungguh aku tak ingin melukaimu dengan luka yang aku rasakan,
Karena Tuhan perlahan mengajarkanku,
Bahwa kesalahan tak selamanya menjadi kesalahan.


Kau pun pernah terluka olehku,
terluka olehku, namun kau juga belajar memaafkanku.


Terima kasih untuk semua cinta,
Terima kasih selalu mengingatkanku,
Terima kasih selalu ada untukku.


Loving you as always.

Senin, 01 April 2013

Tentang Cinta, Tak Ada Yang Harus Disesali


Setiap orang akan jatuh cinta, pertama dan satu-satunya. Seseorang akan mendobrak pintu hatimu dan mengobrak-abriknya tanpa bisa kau kendalikan. Lalu hanya akan ada satu dari dua hal yang ditinggalkannya: kenangan manis atau kenangan buruk. Keduanya sama-sama mengerikan. Mereka tidak akan pernah lepas dari ingatanmu, dari hatimu, dari setiap helaan napas yang kau ambil. Kenangan itu akan muncul di setiap kilasan lagu yang membuatmu teringat. Muncul di kilasan wajah yang kaupikir adalah dia. Muncul di sesakkan napas yang telanjur kau ambil karena memandang punggung yang mirip dengan punggungnya, atau hirupan parfum yang tercium seperti wangi tubuhnya. - Adzimattinur Siregar
Satu hal yang sampai hari ini tertanam dibenakku:
“Ingat, jangan mau dengan pria yang pernah berpacaran. Layaknya mobil, perawatan mobil bekas lebih mahal dan merepotkan ketimbang mobil baru.”

Aku bukanlah orang suci yang pantas menilai ini salah dan ini yang benar. Aku bukanlah orang yang melegalkan ataupun mengilegalkan pacaran. Bagiku pacaran hanya untuk menamainya. Masing-masing orang siapa yang berhak menilai? Hanya Tuhan.
Tapi satu yang aku yakini, pacaran tidaklah sebaik ekspektasi yang aku dan mereka jelaskan. Kalaulah aku boleh memilih aku tidak mau berpacaran, bukankah lebih baik menikah saja? Dan satu hal yang sejak hari itu hingga saat ini yang selalu aku yakini,
“Hidup dan pernikahan jangan pernah disesali, kedua-duanya akan selalu menghadirkan yang baik dan yang buruk. Bertanggungjawablah.”

Memilih itu mudah, tapi kau harus paham, memilih haruslah dengan logika, waspadalah dengan hati. Tak sedikit orang mampu bertanggungjawab dengan apa yang telah ia pilih. Kau tau? mereka orang-orang pengecut yang tak siap dengan resiko yang ia pilih.
Maaf jika kau memandang aku terlalu keras memperlakukan. Tapi yang harus kau tau, Cinta bukanlah hal yang mudah untuk dijaga. Cinta tak semudah itu, tak semudah itu.

Untuk beberapa hal, seseorang akan salah memilih. Namun jika ia memperhatikan dengan amat teliti, apa yang ia pilih akan menampakkan wujudnya. Banyak yang teronggok memperkenalkan diri sebagai berlian yang anggun. Jika kau perhatikan dengan amat teliti, berlian yang sejatinya berlian anggun tertimbun jauh dalam onggokan berlian yang menampakkan dirinya.
Bukan, bukan aku berlaku kejam pada kaum mereka, hanya saja memberi batas agar tak merasakan luka yang tak perlu. Bukan pula mengajarkan wanita menjadi keras dan kasar, hanya saja tegas dan berhati-hati dengan cinta. Karena sejatinya ada dua cinta yang tumbuh dalam hati, cinta sebenarnya cinta dan cinta yang membuai, inilah cinta buta.
Aku hanya tak ingin mengulang kesalahan yang sama tentang cinta, tentang cinta dengan kebodohan, cinta dengan janji. Kau tau? tak seorangpun bisa menjanjikan cinta! Ingat itu!!
Aku dengan pilihanku, aku akan mempertanggungjawabkan keputusanku pada Tuhanku. KepadaNya aku menggantungkan cintaku. Tuhanku Maha Tahu apa yang ada dihatiku. Kau tahu, jikalau aku bisa mundur ke masa lalu, aku tak akan memilih pacaran. Pacaran adalah kesalahan besar yang aku buat bersama pilihanku.

Bersyukur, Tuhan memisahkanku dan dia dalam jarak, dalam jarak yang menyadarkanku, tak ada yang mampu mengendalikan, membolak-balik hati, dan memastikan cinta. Hanya Dia, Dia yang akan menjaganya. Menikah adalah satu-satunya tujuanku untuk mengakhirinya. Tapi satu hal yang harus kau logikakan pula, menikah bukan perkara mudah. Menikah adalah tanggung jawab hidup dan mati, dunia dan akhirat.
Beruntung Tuhan meunjukkan bagaimana harus mencintai, beruntung Tuhan selalu mengingatkan kesalahan aku dan dia dalam mencintai. Aku tak pernah tau bagaimana akhirnya dan apa yang akan terjadi nanti. Ya kami memang bisa mengakhiri hubungan pacaran, tapi siapa yang memastikan bisa mengakhiri cinta? Tak ada. Hanya Dia.
Yang aku tau aku bersyukur dengan jarak kami, jarak yang ikut menjarakkan kami dengan kebodohan, namun tidak menjarakkan kami dengan hati.

Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk mengucap ijab kabul, Imamku.. Imamku.. Jika cinta mampu memudahkan upayaku untuk menuntunnya, aku upayakan demi Tuhanku.
Untuk cinta yang bodoh aku menyesal, tapi untuk cinta sedikitpun aku tak menyesal. Tuhanku menitipkan padaku rasa yang harus aku pertanggungjawabkan. Sia-sia aku menyesali cinta. Tak ada seorangpun yang mampu menolak cinta. Kau tau? Tuhan yang berhak menilai, Tuhan yang berhak.
Ada keburukan yang harus ditinggalkan dan ada keburukan yang harus diperbaiki. Aku bukan malaikat yang selalu benar dan baik. Bukankah mencintai itu saling?
Masih ada waktu memperbaiki diri satu sama lain, masih ada waktu.

Untuk luka yang tak perlu aku rasakan tapi masih aku rasakan,
Untuk kebodohan yang aku sesali,
Untuk cinta yang tak akan pernah aku sesali. 
Berhati-hatilah dengan hati dan cinta.
Berhati-hatilah, jangan sampai kau merasakan luka yang seharusnya tak perlu kau rasakan.
Semoga aku, dia, dan kau tak akan mengulang kesalahan yang sama dalam cinta

Rabu, 20 Maret 2013

Untuk Sebuah Hati

Saat perasaaan 2 insan bertemu
Saat itulah aku belum menyadari atas apa arti takdir sebenarnya

Aku bukan seorang penakut untuk mencari tahu
Namun sebuah penghalang besar menghadangku
Membuatku ragu untuk melangkah
Aku takut cinta lain yang menahanku
Membuatku harus terus melihat kebelakang

Namun aku tahu tatapanmu adalah sebuah isyarat bagiku untuk maju
Tapi langkahku terhenti saat menyadari siapa diriku
Aku hanya sebutir pasir
Kau bintang terindah dialam semesta

Kita seharusnya tidak bertemu
Ini kesalahan fatal dari sebuah takdir
Tapi kenapa semua ini terjadi?
Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan
Apa aku hanya bisa diam?
Diam ditempat dan tidak pernah maju?

Untuk sebuah hati...
Aku akan mencari tahu tentang perasaan ini & aku akan menjaganya

Untuk sebuah hati yang terbuat dari kristal yang amat indah
Meskipun aku tidak bisa menggapaimu
Kau akan tetap dihatiku

Minggu, 17 Maret 2013

Kamu, kenangan tentang luka & cinta... :'(

Ku tahu cerita kita hanyalah kisah yang direka, tak akan mewujud nyata. Ku yang salah membiarkan diriku jatuh begitu mudah dalam pesonamu.

Ku kemasi rindu & harap ini, tak ada tempat utk ku dalam kisahmu. Kau & dia, telah lama saling berbagi hari bahagia bersama. Hangat pelukmu hanyalah untuknya.

Aku hanyalah sebuah jeda dalam nafasmu, sementara dia adalah udara yang kau hirup dalam setiap hela. Ku putuskan untuk berhenti berharap & ku tahu bahwa luka akan mendewasakanku.

Namun, kadang malam membuatku meragu & kembali bertanya. Benarkah dirimulah cinta yang selama ini ku cari sepanjang waktu? Kau, berilah aku isyarat. Satu kali saja.

Jumat, 15 Maret 2013

Semalam, Aku Malu Pada Tuhan Dengan Cintaku

Kurasa semalam mengikhtisarkan apa yang aku pikirkan. Kompleks...
Kau tahu tidak? Aku mulai berpikir, ketika aku tidak siap mendapati lagi.
Orang bilang, mencintai itu jangan mengeluh. Mencintai itu jangan bersedih, mencintai itu jangan berpaling.


Kurasa aku masih belum paham apa yang orang maksud. Cengeng ya? Aku memilih mencintai tapi tidak siap?


Bukan, bukan aku tidak siap berada dalam keadaan terburuk mencintai. Hanya saja, aku masih tidak siap ketika aku tidak menemukan lagi utuh apa yang aku cintai.


Kurasa Tuhan mengajari cinta dengan memberi yang terbaik. Aku malu pada Tuhan, malu mengenai cara aku mencintai. Malu dengan teoriku dalam mencintai.


Kurasa aku tidak siap, aku takut karena aku malu pada Tuhan,
mencintai dengan cara yang salah.
Aku belum baik menjadi seseorang yang mencintai.

Senin, 04 Maret 2013

Siapa Lagi?

Siapa lagi yang menemaniku bercerita di malam hari?
Siapa lagi yang rela menghabiskan waktunya mendengar keluh kesah cerita gundah ku?
Siapa lagi yang bisa menjadi motivator pribadi ketika aku serasa putus harapan?
Siapa lagi yang jadi teman baik, juga merangkap sebagai dewasa yang bijak bagiku?
Siapa lagi yang setiap hari aku berharap bisa bertemu dengannya?

Siapa lagi yang akan selalu ada di sebelah kiriku?
Siapa lagi yang akan menjadi ekor mata kiriku?
Siapa lagi yang matanya sangat ingin aku lihat?
Siapa lagi yang senyumnya sangat ingin aku balas?
Siapa lagi yang punggungnya sangat ingin aku tatap ketika pergi meninggalkanku?
Siapa lagi yang kehidupannya ingin aku masuki walau hanya sekedar mimpi?
Siapa lagi yang akan aku rindukan ketika kau tiba2 menghilang?
Siapa lagi yang bisa membuat rasa “nyesek” karena rindu yang tertahan dengan sejuta aktivitas masing2?
Siapa lagi yang menjadi teman dalam setiap mimpiku?
Siapa lagi yang selalu aku khawatirkan ketika kau tidak ada kabar?

Siapa lagi yang menjadi penyemangat ketika aku merasa layu lesu?
Siapa lagi yang akan aku lukis di langit2 kamarku?
Siapa lagi yang akan membuatku tertawa bahkan ketika aku tidak ingin tersenyum?
Siapa lagi yang akan berlalu lalang di kepala lalu hinggap tak mau lepas di otakku?
Siapa lagi yang akan membuatku tetap bisa bernafas dengan sempurna?
Siapa lagi??????????