Pages

Plurk

Facebook Badge

Minggu, 06 Januari 2013

Sudah Waktunya

Sendiri hari ini cukup baik saya rasa. Saya bisa melakukan apapun yang saya mau, teman. Bukan tak mau ditemani, hanya saja saya ingin …. rasanya tak penting bagimu teman jikalau pun saya uraikan satu per satu.

Entahlah, yang pasti saya ingin makan yang banyak dan tidur yang lelap malam ini, teman. Saya ingin ketika saya bangun subuh esok, saya bertemu apa yang paling saya rindukan. Kau mengerti bukan teman? Sudah waktunya saya tak lagi melampaui usia saya :)

Ya, saya butuh sekali teman bercerita malam ini teman. Saya butuh melepaskan sesuatu sepertinya. Tapi siapa? Tak ada siapa pun, teman. Baiklah, saya akan bermurai malam ini sendiri, ah malam besok sepertinya juga & malam berikutnya pun demikian. Teman, saya akan berterima kasih sekali jikalau Tuhan mengirimkan saya orang yang mau mendengarkan saya. Egois ya teman? Saya rasa iya, tapi orang-orang bilang tidak. Ya sudahlah teman, barangkali malam ini ruangan ini bersedia mendengarkan saya, sudah waktunya :’)

Jumat, 04 Januari 2013

Diantara Harapan Yang Kuuntai Dalam Doaku

Mungkin benar, yang aku lakukan belum maksimal bahkan jauh dari maksimal. Mungkin juga ada yang lebih pantas, jauh lebih baik dari yang aku lakukan untuk ini. Hanya aku saja yang merasa sudah maksimal, kawan. Atau mungkin juga, Allah sudah memberikan jawaban atas ini, apa ini jawabannya juga “tidak”, kawan? Entahlah, aku tak mengerti, aku tak paham, dan aku bahkan tak tahu apa-apa. Aku yakin, Allah telah jauh hari mempersiapkan jawaban-Nya untukku. Hanya saja mungkin aku masih berharap, sedikit teriba. Lucu ya, kawan? Bukankah apapun yang kita lakukan Dia yang berhak atas apapun yang ingin Dia tetapkan?. Ah, benar kawan, sepertinya aku terbawa suasana saja. Apapun hasilnya, jawaban dari-Nya itu semua adalah yang terbaik.

Ketika seorang hamba meminta pada Allah, maka Allah memiliki tiga jawaban:
1. Tidak, karena itu memang tidak baik untuknya,
2. Tunggu, karena Allah tengah mempersiapkannya,
3. Ya, karena Allah menetapkan inilah jalannya.

Semoga selalu ada pelajaran Ikhlas disegala sesuatu yang belum sesuai dengan rencana dan harapanku :)

Kamis, 03 Januari 2013

Kepada Sang Maha Pecinta dan Maha Mencintai

KepadaMu yang Maha Pecinta dan Maha Mencintai,
Ketika Engkau menitipkan padaku rasa cinta yang sungguh indah,
Apakah aku boleh meminta padaMu?
Titipkan padaku rasa cinta kepada seseorang yang Kau titipkan pula padanya rasa yang baik,
Cintakan aku pada seseorang yang dapat kusentuh hatinya atasMu,
Biarkan aku mencinta dengan baik seperti bintang mencinta pada bulan,
Pertemukan aku dengan cinta yang baik dan meyakinkanku.

KepadaMu yang Maha Pencinta dan Maha Mencintai,
Jika aku salah menuju pecinta yang Kau pertemukan denganku,
Aku mohon sampaikan padaku duhai yang Maha Pecinta dan Maha Mencintai,
Bukankah ada sebab yang baik dibaliknya?

KepadaMu yang Maha Pecinta dan Maha Mencintai,
Ketika Engkau menitipkan padaku rasa suka,
Bukankah rasa itu adalah sewajarnya perasaan?
Duhai yang Maha Pecinta dan Maha Mencintai,
Ketika Engkau menitipkan padaku rasa sayang,
Bukankah rasa itu adalah anugrah bagi sebuah perasaan?
Duhai yang Maha Pecinta dan Maha Mencintai,
Ketika Engkau menitipkan padaku rasa cinta,
Bukankan rasa itu seindah-indahnya perasaan dan amanah kepadaku?

KepadaMu yang Maha Pecinta dan Maha Mencintai,
Aku titipkan padaMu rasa cinta yang Kau titipi padaku,
Agar Kau metitipinya lagi kepada seseorang yang akan mencintai,

KepadaMu yang Maha Pencinta dan Maha Mencintai,
Ketika Kau pertemukan aku dengan cinta itu,
Maka mudahkan aku menjalaninya sebagai amanah,
Maka cintakan aku kepadanya sebagai seseorang yang akan membawaku menjadi makmum dari shalat yang diimaminya.

Selasa, 01 Januari 2013

Tentang Impian

Aku selalu percaya bahwa tidak ada yang GRATIS di dunia ini kecuali doa dan mimpi. Selagi GRATIS jangan pernah pelit berdoa dan bermimpi!!

Kata orang mimpi itu pasti terwujud, apapun mimpinya hanya saja ada yang diwujudkan di dunia nyata, ada pula yang tertunda. Aku selalu menuliskan mimpi-mimpiku dalam sebuah buku saku yang aku beri judul “My Billion Dreams”. Tiap-tiap mimpi itu tentu saja memiliki tanggal kadaluarsa, deadline mimpi yang harus aku kejar. Diantara semua list mimpi ada beberapa mimpiku yang gagal terwujud, sempat sedikit kecewa, tapi kekecewaan gagalnya beberapa mimpi tak harus menutup jutaan mimpiku yang lainnya, bukan?

Satu-satu persatu ketika mereka bergelimpangan dibenakku itu rasanya bodoh sekali, kenapa orang lain bisa, sedangkan aku tidak??!!. Diakhir muncul sedikit penyesalan, usahaku belum maksimal. Tapi setelah membaca beberapa buku tentang impian, aku baru paham, bahwa seorang pemimpi yang berhasil itu adalah ketika ia ditimpa kegagalan, ia menikmati dan memperbaiki proses menuju mimpi yang ditujunya dengan terus-menerus tanpa henti, itulah pemimpi yang berhasil dengan impiannya.

Ya, tak ada yang instan di dunia ini, bukankah proses dewasa juga menyakitkan? Begitupun proses menuju mimpi. Jadi, semangat!!! semangat!!. Masih banyak mimpi yang terbengkalai, masih banyak mimpi yang menunggu untuk diselesaikan, masih banyak mimpi yang harus kukejar, dan masih banyak lagi. Hari ini aku masih 26 tahun, terlalu muda untuk mengeluh dan berhenti. Terlalu muda.

Terlalu lemah, terlalu bodoh untuk putus asa sekarang...
Terlalu bodoh...

Kamis, 13 Desember 2012

Aku Malu, Tuhan...

Siapa yang paling setia selain Engkau?
Siapa yang paling berlapang dada selain Engkau?
Siapa yang paling pemaaf selain Engkau?
Siapa yang paling betah menunggu selain Engkau?
Siapa yang paling mencintai selain Engkau?

Tuhan, aku malu.. Bukankah ketika aku tak setia, ketika yang lain tak setia padaku, hanya Engkau yang paling setia padaku?. Aku malu... Sungguh lidahku kelu, tak mampu memilih kata untuk mohon ampun dan menyesal, semua terasa tak pantas. Engkau, tak pernah mengeluh, membenci, dan meninggalkan ketika aku lupa kepadaMu. Tuhan... apa masih pantas aku menangis menyesali, padahal aku masih saja sering lalai dan lupa? Aku malu Tuhan... Engkau, masih saja dengan lapang dada menerimaku, memeluk, dan memudahkanku. Engkau, selalu saja menunggu sampai aku menyadari, sampai aku mengerti, sampai aku kembali. Juga ketika emosiku naik turun, ibadahku lalai dan lupa, bahkan ketika aku membuatmu marah, Engkau masih saja ada dan memeliharaku. Aku malu...

Aku malu Tuhan... Aku malu, ketika Engkau memenuhi semua kebutuhanku, mengadakan jalan keluar bagiku, mencukupkan dan memeliharaku, menenangkan gelisahku, Aku malah lalai bersyukur, bahkan lupa, tapi kau tak pernah benci, kau tak pernah pergi...

Aku malu Tuhan... Aku malu menangis saat bersedih, saat susah, saat buntu, saat tak tau harus bagaimana, pada saat itu aku merangkak mencariMu. Aku malu... Apa masih pantas aku mengadu? Sedangkan aku ketika kuat dan bahagia lalai bersyukur?
Aku malu Tuhan...

Tuhan... Ketika aku salah, lupa, dan lalai, aku mohon ingatkan aku. Jangan biarkan, jangan izinkan aku melalaikan ibadahku. Jangan biarkan aku melalaikan syukurku dikala aku bersuka, cukup, dan gembira. Aku tak mau berjarak lebih jauh lagi dengan yang paling setia, paling mencintai, paling memaafkan kesalahan dan kekuranganku. Aku tidak mau lagi Tuhan... Aku malu...

Minggu, 02 Desember 2012

Ketika Aku Cemburu

Sayang, aku cemburu bukan marah. Bolehkah? Sayang jangan samakan aku dengan mereka yang hampir tidak bisa membedakan antara marah dan cemburu. Aku cemburu, hanya cemburu, sayang.

Cemburu itu indah dalam mencintai, bukankah kau mengerti, sayang? Bukan emosi negatif sayang, hanya saja cemburu dapat menyulut kemarahan. Kau tau sayang, orang-orang yang mencinta harus belajar bagaimana indahnya cemburu. Maka dari itu aku belajar bagaimana mencemburui dengan indah.

Ketika aku cemburu, aku tak boleh marah. Tapi aku lebih diperbolehkan diam. Bukan diam marah sayang, tapi diam untuk memikirkan apa yang harus aku katakan ketika aku cemburu padamu. “Ketika kau menjaga dan merawat apa yang paling kau cintai, maukah kau berbagi dengan orang lain? maukah kau ia tak terawat lagi? tentu tidak bukan sayang? Maka dari itu, akupun ingin apa yang paling aku cintai terawat dengan baik, sayang.”

Ketika aku cemburu, aku hanya hanya boleh mengingatkanmu dengan anggun dan sedikit mengayunkan emosi kita agar cinta selalu kembali pada kita dengan utuh, bahkan lebih.

Ketika aku cemburu, jangan marah ataupun benci padaku, sayang.. maklumi aku selama cemburuku dalam batasan yang wajar, akan tetapi kau boleh memarahiku ketika aku mencemburui dengan buruk dan tidak baik.

Ketika aku cemburu, aku berusaha memantaskan diriku dengan lebih baik untuk mencinta yang baik pula padamu agar kau menjaga dan merawatku dengan lebih baik pula.

Ketika aku cemburu, maka aku ingin menjadi pencemburu yang baik untuk dicemburui. Karena setiap wanita merindukan ucapan Muhammad atas istrinya, “Tidaklah Allah mengganti untukku (istri) yang lebih baik darinya (khadijah). Dia beriman kepadaku saat orang-orang kufur. Dia mempercayaiku saat orang-orang mendustaiku. Dia memberikan hartanya kepadaku saat orang-orang mengharamkan harta untukku. Dan dia memberikan aku anak saat Allah tidak memberikan anak dari istri-istriku yang lain”.

Dan ketika aku cemburu, tenangkan aku dengan cara menenangkan yang paling baik darimu.

Rabu, 28 November 2012

Rain Over Me

 

Ini cinta yang sulit, kau & aku ditakdirkan tak saling memiliki. Aku tak bisa mencintaimu seperti yg aku mau.


Namun, ketika dia hadir dalam hidupmu, diantara kita-aku pun sadar kebahagiaanku pelan-pelan akan memudar. Betapa tidak, dia bisa memberimu cinta & perhatian. Menggenggam tanganmu hingga akhirnya kau terlelap di sisinya. Dia melakukan semua yg ingin aku berikan kepadamu.


Dan hari ini, aku memandangi senja pertama yang ku nikmati tanpa dirimu. Aku belajar berbahagia untukmu. Dia yg paling tepat, aku tahu itu. Tapi... Bagaimana denganku? Bagaimana caraku bahagia tanpa dirimu?