Lebih baik dibenci daripada tidak dipedulikan. Setidaknya orang yang membenciku masih punya waktu untuk mempedulikanku.
- Fiersa B
- Fiersa B
Aku tak begitu pintar untuk bersanding denganmu. Ketika kau kerap
berucap untukku berpikir dengan kepintaranku. Kepintaranku tak sepadan
dengan kategori pintarmu. Mungkin juga kau beranggapan aku bodoh ataupun
dungu.
Kita berbeda, aku suka rumah dan kau suka kebebasan. Tapi perbedaan
bukan untuk saling memaksakan. Aku suka rumah, bukan berarti aku
memaksamu untuk menyukai rumah dan selalu pulang. Kau suka kebebasan,
bukan berarti kau memaksaku untuk mencintai kebebasan pula.
Aku memberi celah bagi kebebasanmu, apa aku juga tak berhak atas
kebebasanku. Tidak, jangan kau artikan kita menuju “kebebasan” dengan
maksud yang sama. Kebebasanku adalah kebebasan di dalam rumah. Kebebasan
untuk di dengar, kebebasan untuk mengingatkan, dan kebebasan untukku
diperlakukan adil di rumahku.
Ataukah mungkin hubungan kita mulai berkembang arogan dan egois?
Mencintai bukan membenarkan segalanya. Mencintai bukan tak ada perselisihan.
Mencintai bukan membenarkan segalanya. Mencintai bukan tak ada perselisihan.
Jika kau berlaku hal yang jika orang lain lakukan padamu kau merasa
sakit, jangan pernah lakukan pada orang lain. Kau saja tidak bisa
menerima, apalagi orang lain? Segalanya diciptakan seimbang bukan?
Mungkin Tuhan punya cara lain untuk menerjemahkan perasaan kita. Atau
kebersamaan kita. Apa kau masih memikirkanku ketika kita sama sama
sulit? Apa kau masih memikirkanku ketika aku membutuhkan diwaktu kita
tak berbaikan? Apa kau masih memedulikanku diwaktu kau marah? Apa kau
memberiku celah ketika aku juga melakukan hal yang sama sepertimu? Aku
masih.
Ditinggalkan. Untuk kesekian kali cukup bagiku. Mungkin Tuhan punya
cara lain menunjukkan jalan padaku. Mungkin Tuhan punya cara lain
mengajarkan aku lebih kuat dengan cara-cara seperti ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar