Pages

Plurk

Facebook Badge

Kamis, 31 Januari 2013

Doa Penenang Kesedihan


اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أ َمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ
قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّي
Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, anak hamba perempuan-Mu,ubun-ubunku di tangan-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadha-Mu kepadaku adalah adil, aku mohon pada-Mu dengan setiap nama baik yang Engkau gunakan untuk diri-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu sendiri, atau yang Engkau turunkan di dalam kitab Engkau atau Engkau ajarkan kepada seseorang daripada hamba-Mu, atau Engkau sembunyikan di dalam ilmu ghaib disisi Engkau, jadikanlah Al-Qur'an sebagai penenang hatiku, cahaya bagi dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أ َمَتِكَ،
Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambu-Mu, anak hamba-Mu, anak hamba perempuan-Mu,
Kemuliaan seseorang bergantung kepada sejauh mana tahap penghambaanya terhadap Allah. Menjadi hamba Allah adalah satu kemuliaan, bukan kehinaan. Allah mengiktiraf baginda Nabi SAW sebagai hamba. Dalam surah Al-Isra’ ayat 1 Allah berfirman:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah kami berkati sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.
Nabi Isa adalah hamba Allah. Baginda mengiktiraf bahwa baginda ialah hamba Allah. Fiman Allah di dalam surah Maryam ayat 30:

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آَتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا
Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan dia menjadikan aku seorang nabi,
Nabi SAW beribadat kepada Allah sehingga bengkak kaki baginda. Apabila ditanya kenapa baginda berbuat demikian jawab baginda:
أفلا أكون عبدا شكورا
Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang bersyukur.


Perkataan عبد bererti seorang hamba lelaki, hamba perempuan di dalam Bahasa Arab ialah أمة Firman Allah( Al-Baqarah 221):

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُولَئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آَيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita hamba yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya hamba yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.

Persoalan.
Bagaimana jika seorang perempuan berdoa dengan do'a ini? Adakah perlu diubah lafadz bersesuaian dengan jantinanya dengan berdoa:اللهم إني أمتك, ابنت عبدك,ابنت أمتك… As- Syeikh Ibn Baz ditanya dengan soalan ini dan beliau menjawab jika perempuan maka ia boleh berdo'a dengan lafadz sighah yang bersesuaian dengan dirinya (اللهم إني أمتك)
نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ،
ubun-ubunku di tangan-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadha-Mu kepadaku adalah adil,

Tiada daya dan usaha kita melainkan dengan kekuasaan Allah. Segala yang berlaku dan terjadi yang menimpa ke atas kita adalah dalam qudrat dan iradah Allah. Allah maha kaya, maha adil, maha bijaksana. Allah tidak zalim dan tidak sekali-kali akan mengzalimi hamba-Nya. Di dalam ayat 56 surah Hud Allah berfirman:

إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آَخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا إِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Sesungguhnya Aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya(menguasai sepenuhnya). Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus(selalu berbuat adil)”
أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ
aku mohon pada-Mu dengan setiap nama baik yang engkau gunakan untuk diri-Mu, yang engkau namakan diri-Mu sendiri, atau yang engkau turunkan di dalam kitab engkau. atau engkau ajarkan kepada seseorang daripada hamba-Mu, atau engkau sembunyikan di dalam ilmu ghaib disisi engkau,
Allah mempunyai nama-nama yang indah dan baik. Firman Allah (surah Al-A’raf 180)
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Hanya milik Allah Asmaa-ul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaa-ul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya, nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
Ayat 110 surah Al-Isra’:
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا
Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al Asmaa-ul Husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”.

Bilangan nama Allah yang diberitahu oleh Nabi SAW sebanyak 99 nama. Itu yang diberitahu oleh Nabi SAW. Hanya Allah yang maha agung saja yang mengetahui bilangan sebenar nama-nama-Nya yang selayak bagi-Nya. Dalilnya
“أو استأثرت به في علم الغيب عندك”
أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ
jadikanlah Al-Quran sebagai penenang hatiku, cahaya bagi dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.
Al-Quran ialah panduan hidup setiap mukmin. Siapa yang berpegang dengan ajaran-Nya akan berjaya dan siapa yang berpaling daripadanya akan celaka. Beruntunglah orang yang hidupnya dipayungi dengan payungan Al-Quran. Dia mendapat nikmat yang maha besar. Nikmat yang tidak dapat diucap dengan kalimat kecuali dengan mengecapi sendiri.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.(Yunus 57)

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.(Al-isra’ 82)

Di dalam Musnad Ahmad:

عن عبد الله قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:-ما أصاب أحد قط هم ولا حزن فقال اللهم إني عبدك ابن عبدك ابن أمتك ناصيتي بيدك ماض في حكمك عدل في قضاؤك أسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك أو علمته أحد من خلقك أو أنزلته في كتابك أو استأثرت به في علم الغيب عندك أن تجعل القرآن ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني وذهاب همي إلا أذهب الله همه وحزنه وأبدله مكانه فرجا قال: فقيل: يا رسول الله ألا نتعلمها فقال: بلى ينبغي لمن سمعها أن يتعلمها.
Daripada Abdillah katanya: Sabda Rasulullah SAW: “Tidaklah seseorang yang ditimpa dukacita dan keluh kesah lalu ia membaca اللهم إني عبدك… sehingga akhir melainkan Allah akan menghilangkan duka laranya dan Allah gantikan tempatnya kegembiraan. Katanya: Dikatakan kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami mempelajari doa ini?” maka jawab Nabi SAW: “Bahkan ya, sayugia siapa yang mendengar do'a ini bahawa ia mempelajarinya.”

Do'a ini juga dinukilkan oleh Al-Imam Ibn Qayyim Al-Jauziah dalam kitabnya “Al-fawaid”. Mari sama-sama kita berdo'a dengan do'a ini mudah-mudahan Allah hilangkan perasaan serabut dalam kehidupan kita. Amin...

Rabu, 30 Januari 2013

Suatu Hari Nanti Sebagai Anak, Adik, Kakak, Sahabat, Istri, Ibu, dan Nenek :’)

Jika Allah memberiku kesempatan umur panjang untuk menempati tiap status itu :)

Seorang wanita dihadirkan dimuka bumi untuk 3 hal penting, 3 jabatan penting, 3 status terpenting. Seorang anak perempuan, seorang istri, dan seorang ibu...

Hari ini aku 26 tahun, aku belum bisa berkata aku sudah menjadi seorang perempuan yang baik. Jalan hidupku masih sangat panjang, yang bisa aku katakan sekarang hanyalah “aku sedang belajar menjadi seorang wanita, dan belajar menjadi seorang perempuan”.

Wanita adalah seseorang yang berwibawa dan bersahaja, tegas dan tegar, kokoh dan kuat, anggun dan jelita. Dan perempuan adalah seseorang yang penuh kelembutan dan keteduhan, ketentraman dan ketenangan, tunduk dan patuh, rendah hati dan tidak mudah dikuasai emosi

Ya, aku sedang berusaha melangkah kesana, dan ternyata status itu sulit..
Ya, banyak wanita, banyak gadis, banyak perempuan, tapi hanya sebagian kecil yang berhasil dalam semua status itu, sulit..

Dengan diriku yang sekarang, aku masih labil dengan emosiku, menangis dalam lukaku, mengeluh dengan sakitku, hanya menunggu dan menunggu berharap dengan instan sesuatu yang baik, keberuntungan selalu berpihak padaku ibarat ulat bulu yang ingin langsung bisa terbang dengan anggun kesana kemari, bodohnya aku, ternyata aku “nothing” dihadapan beribu wanita tangguh diluar sana :(

Kini aku baru seorang anak perempuan..
Belum cukup aku menjadi seorang anak perempuan tanpa sujudku pada Papa dan Ibu
Belum cukup aku menjadi seorang anak perempuan jika aku masih melukis sedih diwajah Papa dan Ibu
Belum cukup aku menjadi seorang anak perempuan jika masih merisaukan hati mereka dengan keluh kesahku
Belum cukup aku menjadi seorang anak perempuan jika masih menunjukkan keputus asaanku berusaha
Belum cukup aku menjadi seorang anak perempuan jika aku masih membiarkan mereka dengan sejuta beban dipundak mereka
Belum cukup... Dan sangat belum cukup :(

Kini aku baru seorang kakak...
Belum pantas aku menjadi seorang kakak jika aku masih belum bisa mengayomi adik-adikku
Belum pantas aku menjadi seorang kakak jika aku masih labil dengan emosiku
Belum pantas aku menjadi seorang kakak jika aku masih egois dengan keinginanku
Belum pantas... Dan sangat belum pantas :(

Kini aku seorang adik...
Belum cukup aku dewasa untuk semua keegoisanku
Belum cukup aku menjadi penenang
Belum cukup aku menjadi penguat
Belum cukup aku menjadi seseorang yang sabar dan ikhlas
Belum cukup aku tegar
Belum cukup... Dan sangat belum cukup :(

Kini aku seorang sahabat...
Belum pantas aku menjadi seorang sahabat jika aku terkadang masih melupakan mereka dalam kesibukanku
Belum pantas aku menjadi seorang sahabat jika aku masih belum menerima kekurangan mereka
Belum pantas aku menjadi seorang sahabat jika aku masih membenarkan kesalahan mereka
Belum pantas aku menjadi seorang sahabat jika aku masih belum memaafkan kesalahan mereka
Belum pantas aku menjadi seorang sahabat jika aku masih diam ketika mereka susah
Belum pantas aku menjadi seorang sahabat jika aku masih tertawa ketika mereka menangis
Belum pantas... Dan sangat belum pantas :(

Hari ini, aku berharap belum terlambat untuk menyadari semua kekurangan dan semua kesalahan yang aku buat sejak aku dilahirkan sebagai seorang anak perempuan...
dan nanti, suatu hari nanti jika Allah masih mengizinkan aku memiliki status lainnya...
Aku berharap kalaupun tak akan bisa sempurna, setidaknya bisa lebih baik untuk mereka yang ada dihidupku..

Jika aku seorang istri...
Aku ingin membagi hidupku dengannya untuk setiap sakit dan senangnya
Aku ingin meredam amarah dalam emosinya
Aku ingin menggenggamnya dalam rapuhnya
Aku ingin berdiri dibelakangnya dalam ketidak percayaannya
Aku ingin hadir sebagai pelipur dalam dukanya
Aku ingin mampu menjadi penguat dalam jatuhnya
Aku ingin mendampinginya dalam setiap kelemahannya
Aku ingin berusaha melengkapi kekurangannya
Aku ingin selalu berada disisinya meski semua orang tak lagi bersamanya
Dan yang selalu aku ingin adalah selalu bisa berada disampingnya untuk setiap waktu hingga akhir nafasku, untuk selalu ada tanpa perlu ia meminta, untuk selalu mengerti tanpa perlu ia berkata, untuk selalu memahami tanpa perlu ia berpura pura :’)

Jika aku seorang ibu...
Aku ingin seluruh hidupku untuknya
Aku ingin menjadi penenang dalam semua tangisnya
Aku ingin jadi peneduh dalam aktivitasnya
Aku ingin menjadi guru dalam hari-harinya
Aku ingin menjadi sahabat dalam labilnya
Aku ingin menjadi teman dalam keceriaannya
Aku ingin menjadi pelindung baginya dalam terik yang membakar
Aku ingin menjadi ibu terbaik yang pernah ia miliki
Aku ingin menjadi teman terbaik dalam hidupnya
Aku ingin menjadi sahabat dalam kesejatiannya
Dan yang selalu aku ingin menjadi ibu terbaik baginya dalam hidup dan matiku :’)

Jika aku seorang nenek...
Cukuplah sisa umurku untuk melalui hari-hari bersama anak cucuku
Cukuplah sisa umurku untuk memeluk kesuksesan mereka
Cukuplah sisa umurku untuk hadir dalam kehidupan mereka
Cukuplah sisa umurku untuk menyaksikan kebahagiaan mereka
Dan yang selalu aku ingin menjadi nenek yang selalu berbahagia dengan banyak cucu hingga akhir hayatku :’)

Jika Allah mengizinkanku untuk waktu lebih lama lagi… Aku ingin memperbaiki semuanya, aku ingin belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi daripada sekedar ini. Figur yang baik untuk semua yang mengisi dan hadir di hari-hariku :’)

InsyaAllah, Asallahu ayya’tiyaanibihim jamii’a Innahu huwal ‘aliimulhakiim :)
Aku ingin menjadi seorang Febri Delen dengan pribadi yang lebih baik :’)
Amiinn :)

Selasa, 29 Januari 2013

Terpaksa, Kebiasaan, dan Kebutuhan

Bukan idealis, hanya saja mencoba realistis dan lebih logis. Sedikit membosankan dengan sebuah “monokratis” dalam pekerjaan. Bukan memilah milih kerja, hanya saja mesti ada sebuah tantangan yang membuatnya sedikit lebih menarik. Ada teori yang mengatakan bahwa, “hidup dengan sedikit tekanan terkadang lebih membentuk kepribadian.”

Bukan pula merasa hebat, hanya saja terkadang pekerjaan rumit (bukan berarti pekerjaan tak jelas T.T) lebih menantang. Dengan tekanan yang membuat kita merasa “bodoh” dan “nothing”, ada semacam dorongan untuk membuktikan bahwa kita tak sebodoh itu, entahlah bagi sebagian orang itu lecutan atau sekedar gertakan yang membuat ciut. Atau pun teman yang pintar dan tahu banyak hal, banyak iri yang selalu bergentayangan, mengapa saya tidak pintar dan juga tidak tau banyak hal?

Satu yang saya rasa selalu memberontak dalam diri saya, adalah ketika saya merasa geram dan ingin terus membuktikan “saya pantas untuk di atas rata-rata” bukan sombong atau merasa besar dan benar, hanya saja perbandingan relatif tak bisa diukur dari lingkungan tempurung kita, tapi dunia luar yang membuat kita hanya seolah seujung kuku, secuil. Banyak yang harus dikejar, mereka yang lebih berotak dari pada saya di luar sana, bukan hanya tempurung kecil ini yang membuat saya buta.

Ya, semua memang berawal dari keterpaksaan, tapi lama-kelamaan menjadi suatu kebiasaan, dan kemudian menjelma menjadi sebuah kebutuhan.

Untuk hal yang terkandang sebagian orang merasa picik dengan cemooh dan penyepelean. Tapi hal terbesar untuk berterima kasih adalah mereka yang membenci saya, menganggap saya kecil dan bodoh, juga mereka yang hadir untuk menguji saya dan menekan saya, terima kasih untuk telah memberikan tekanan pada diri saya, membuat saya terpaksa untuk mampu selalu kuat dan berdiri, membuat saya menyadari hal-hal terkecil dari diri saya yang selama ini terabaikan.

Mungkin jika yang saya dapat hanya kemudahan demi kemudahan, pujian demi pujian, saya akan terjatuh lebih dalam ketika suatu saat mendapati diri saya dalam keadaan terburuk.

Think the best, not the worst. Think the future, not the last.
Lakukan yang terbaik dalam keadaan terburuk sekalipun, untuk masa depan, bukan masa lalu (y)

Thanks a lot Allah, menghadirkan mereka di sekeliling saya,
Semoga tekanan dan keterpaksaan lain senantiasa menghadirkan hal positif bagi diri saya,
Syukran Katsiraan Ya Rabb :’)

Senin, 28 Januari 2013

No Action Talk Only, Ffuh -___-

I think I have to talk about….

Lagi-lagi semua orang akan berpikir saya ke idealis-idealisan atau kesempurna-sempurnaan. Tapi, siapa yang tidak setuju kalau “Louder sounds are ZERO?”
Tidak perlu berapi-api menunjukkan bahwa kita peduli terhadap sesuatu, tidak perlu spanning tinggi menunjukkan bahwa kita orang yang bijak, tidak perlu over act menunjukkan “I am a perfect person”.

Man Shabara Zhafira, Siapa yang bersabar akan beruntung, ada suatu siklus yang disebut siklus Ghazali, dimana siklus tersebut akan menunjukkan “who am I”, tanpa perlu kita menutupi sikap dihadapan orang lain. Logika sajalah, kita manusia dan tentu saja lahiriah tak hanya sifat yang baik-baik saja yang kita miliki. Kenapa harus marah ketika dikritik? kenapa harus on fire ketika disalahkan? Kenapa dan kenapa? 

Semua akan kacau beliau jika apa yang menggebu-gebu kita ucapkan pada kenyataannya tak sesuai dengan apa yang terjadi, tentu tidak cucok bukan?. Talk Less, Do More. Orang bilang itu cara paling ampuh mengambil jalan yang paling aman, tak perlu bertaruh urat segala urat dan pita segala pita di leher, tenang dan tunjukkan lewat tindakan, akan lebih bijak bukan?

Hmm, ya Bersyukur saja disetiap apa yang kita hadapi dan jalani, Syukur.. Syukur.. Syukur… Allah senantiasa akan menentramkan dan menenangkan hati kita.
Sedikit bicara akan memberi waktu lebih banyak untuk kita berpikir “do the best not speak louder”. Jadilah tenang dan anggun dalam keadaan terdesak sekalipun, dari sana akan terlihat kualitas dari pribadi kita.

Allah saja menjanjikan kok, siapa yang lebih Maha Dahsyat mengingkari janji-Nya???

Ya Allah, jadikanlah diam sebagai waktu berpikir terbaik untuk kami :’)
Cucok.. :D

Minggu, 27 Januari 2013

Sometimes in Environmental Law

Percaya atau tidak suasana hati menentukan kesialan, kurangnya ketentraman dan kenyamanan pemicu rencana berantakan.

Hukum lingkungan rasanya seperti kutukan Dementor yang menyerap seluruh daya dan upaya hingga putus asa dan pasrah. As usually, bangun subuh, ibarat hati dan pikiran dan hati sudah menolak, maka jadilah tak ada lagi gaya tarik menarik antara ancaman ujian, tugas, dan keinginan untuk bangkit dari kasyuuurr (baca: singgasana) :Dv.

Tugas dan sekelompok dengan senior itu, seperti kata peribahasa bagaikan menyatukan minyak dengan air, mustahil, sekali lagi M U S T A H I L.

Juga sangat konsensual sekali dengan percekcokan dengan “dia”, ya begitulah kira kira. Kacau semua kacau.. pikiran terbebani tidak tenang :(

Bolehkah hukum lingkungan disalahkan?
lengkap sekali rasanya nihil tugas, ujian telat, percekcokan, dan kacau.

Que sera sera, apa yang terjadi terjadilah, Wallahualam dengan hukum lingkungan w(o.O)w

asas konsensualisme antara hukum lingkungan dan kutukan dementor:
c.q polusi udara bikin sumpek, pencemaran dan perusakan lingkungan merusak bumi, maka dari itu hukum lingkungan juga berdampak bagi diri kita (tepatnya saya :|) dan membuat suasana hati “sumpek” seharian.

I have to love it, environtmental law

Jumat, 25 Januari 2013

I Will Try Not To Darl..

Maaf Darl..
Aku masih saja cerewet seperti biasanya,
Mengingatkan ini itu berulang kali,
Aku terlalu khawatir, terlalu peduli,
Tapi aku hanya ingin memastikan semua sudah baik.


Maaf Darl..
Aku masih saja merajuk suatu waktu kau abai,
Mengeluh dan tidak sabaran,
Aku cemburu dengan kegiatanmu,
Aku takut kau tak sempat mendengarkanku bercerita,
Dan aku hanya ingin memastikan hubungan kita baik baik saja.


Maaf Darl..
Mungkin kau melihat aku seperti ingin mengaturmu,
Mungkin kau melihat aku seperti memaksakan kehendakku,
Mungkin kau melihat aku seperti selalu ingin tahu dan ikut campur,
Tapi aku hanya ingin kau selalu terlihat baik,
Aku hanya ingin kau selalu punya arti untukku,
Aku hanya ingin selalu ada dan sedia,
Dan aku hanya ingin bisa melengkapi apa apa yang kurang bagimu.


Maaf Darl..
Mungkin caraku yang kurang baik,
Mungkin aku membuatnya lebih repot dan rumit,
Tapi aku perlu waktu untuk terbiasa,
Dan aku perlu waktu untuk siap,
Aku berusaha Darl..
Suatu hari, aku tidak akan cerewet lagi,
Suatu hari, aku tidak akan merajuk lagi,


Maaf Darl..
Terima kasih mengingatkanku,
I will try not to do that again for you,
Loving You as always

Kamis, 24 Januari 2013

Semoga Aku Selalu Mengertimu

Ya, nyatanya sekarang kita memang terpisah dan jauh.

Aku memang sepenuhnya tak bisa menjagamu, tapi do’a-do’aku yang akan selalu menjaga semoga segalanya baik-baik saja disana. Aku harap kau juga selalu merindukanku, meskipun apa daya aku tak bisa menghentikan kesibukkanmu, semoga aku selalu mengertimu.

Aku selalu menahan kedipanku dan menghentikan nafasku sesaat, saat aku merindukanmu, cukup terasa sesak, ya terkadang rindu merubah hariku. Rindu memang terasa berlebihan, tapi memang itu porsinya untukmu. 

Aku akan mencoba tak mengeluh saat kau pergi begitu saja, dan tiba-tiba meninggalkan pesan “maaf sayang, aku lagi di luar”. Aku akan mencoba tak mengeluh bahkan saat kau lupa berpamitan padaku yang jelas-jelas tak bisa tahu secara nyata dimana kau berada. Aku akan mencoba tak mengeluh saat kau terlalu lelah dan cenderung mengabaikanku, mengabaikan rinduku.  Aku akan mencoba tak mengeluh saat kau hanya membuatku menemanimu terlelap, dan berbicara pada hembusan nafasmu.  Aku tak mencoba tak mengeluh saat kau berkata “Aku capek, aku tidur dulu ya.” Padahal, aku sangat ingin ada bersamamu. Aku akan mencoba tak mengeluh meskipun kau menghubungiku akhirnya saat hanya tinggal lelah di sisa harimu.

Setidaknya, aku hanya ingin sibukmu tak mengurangi perhatianmu terhadapku. Tak ingatkah kau saat kau marah padaku karena aku terlalu lama membalas pesan darimu? Tapi apa yang terjadi? Kapan kau bisa paham?. Aku tak ingin mengulang memintanya lagi, sungguh aku tak ingin membuat keadaan lebih buruk dan membuatmu lebih kesal lagi. Dan aku masih harus bergelut dengan menunggumu? Bagaimana jika kita bertukar posisi agar kau mengerti?

Setidaknya, apa sesulit dan serumit itukah untuk sedikit waktu bagiku? Menyisakan waktu sebentar saja? Waktu yang ku minta tak sebanyak waktu yang kau habiskan. Dan harus berapa lama lagi? Salahkah aku mengeluh rindu padamu? Aku marah, tapi tidak. Kau akan tahu dengan sendirinya apa yang kurasakan. Dan seberapa kuat aku mencoba menahan dan memendamnya. Aku pun tak akan mencoba berbalik marah saat kau marah jika aku lupa membalas pesanmu, tak balik mengabarimu, ataupun mengabaikan rindumu.

Aku diam bukan berarti aku baik-baik saja. Tapi mungkin, inilah cara terbaik agar kau nyaman dan tidak terganggu oleh rinduku. Mungkin aku harus lebih banyak diam untuk memikirkanmu dan mempertahankanmu. Entahlah, aku hanya berharap semua ini, termasuk kita adalah kebahagiaan sempurna yang sedang terangkai.

Aku berharap bisa bersandar dipundakmu dan mendengar suaramu untuk menenangkanku, tapi aku harus sadar ternyata tidak. Dan perlahan saja, entah apa yang membuat air mataku mengalir seakan mengutarakan aku merindukanmu, ya mungkin hanya kalimat sederhana “aku kangen kamu”, tapi kau tahu sesak terasa di dadaku tiap kali aku mengucapkan itu.

Mungkin aku mengganggu dengan pesan-pesan itu, dengan bawel itu, dengan manja itu. Maaf sayang, maaf aku membuatmu kesal dan marah. Aku terdiam seketika membaca balasan pesan dan jawaban telpon darimu “ya, ga ada, udah, kumsalam”. Entah mengapa aku selalu dengan mudah terdiam saat kau marah, kesal, dan seperti tak mengharapkan kabar dariku, kosong dan hilang arah, mungkin hanya lamunan jika aku berpikir kau akan menyambutku dengan hangat dan menenangkanku, lalu memberi pengertian jika aku mulai merajuk.

Aku berusaha agar rinduku selalu bersemi untukmu. Aku selalu mencoba membaca berulang kali pesanmu yang telah lalu, seolah itu adalah pesan yang kau kirim untukku saat ini. Senyum di pesan itu mungkin memang hanya sebuah simbol, sederhana, tapi berarti bagiku. Aku sudah cukup tenang mengingatnya

“Ini akhir minggu, tolong, jangan terlalu sibuk dan mengabaikanku lebih lagi”. Sungguh ingin sekali rasanya aku mengatakannya lagi dan lagi hingga kau mengerti, tapi tidak. Aku tak ingin mengganggu dan membuatmu kesal lagi dengan rindu bodohku.

Semoga aku selalu mengertimu. Semoga ketika kau merindu, kau tak akan merasakan betapa sesaknya rindu itu dalam diam.